Pemegang saham yang terhormat

Tahun 2003 tercatat beberapa kejadian penting yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka upaya bertumbuh lebih maju dan setingkat lebih baik. Pencapaian utama Antam pada tahun 2003 adalah dimulainya konstruksi pabrik FeNi III yang sempat tertunda beberapa tahun akibat berbagai hal, diantaranya berlarutnya upaya pendanaan yang lebih disebabkan kurang kondusifnya kondisi makro perekonomian Indonesia. Selain itu dalam rangka revitalisasi perusahaan, Rapat Umum Pemegang Saham Antam pada bulan Juni 2003 telah melakukan penyegaran komposisi Komisaris maupun Direksi, dengan tambahan satu anggota Komisaris baru dan empat anggota Direksi baru. Dengan penyegaran ini diharapkan dapat semakin memperkokoh fundamental perusahaan dalam upaya pertumbuhan dalam rangka peningkatan nilai pemegang saham. Komisaris bersama dengan Direksi berkomitmen untuk mewujudkan hal ini.

Seiring dengan semangat untuk meningkatkan nilai pemegang saham, serta untuk lebih memantapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, Komisaris pada bulan September 2003 memutuskan membentuk Komite Perusahaan yang baru di samping Komite Audit yang telah dibentuk sebelumnya. Komite yang baru dibentuk adalah Komite GCG, Komite Manajemen Risiko, Komite Nominasi Remunerasi dan Pengembangan SDM, serta Komite Pasca Tambang. Komisaris berkeyakinan bahwa dengan keberadaan komite-komite dilingkungan komisaris ini fungsi pengawasan perusahaan akan lebih dapat ditingkatkan. Komisaris mengharapkan hubungan kerja yang telah terbina baik dengan Direksi agar dapat pula dilanjutkan ke tingkat komite, yang merupakan perpanjangan tangan Komisaris.

Dalam tahun 2003 perusahaan juga melakukan redefinisi visi Antam. Visi Antam 2010 adalah “menjadi perusahaan pertambangan berstandar internasional yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar global”. Redefinisi ini juga diikuti dengan penetapan tolok ukur pencapaian visi seperti pendapatan perusahaan mencapai USD 500 juta, adanya pangsa pasar nikel sejumlah 4% serta posisi sebagai perusahaan berbiaya rendah untuk komoditas feronikel dan emas. Komisaris menilai bahwa redefinisi visi ini sudah sesuai dengan kondisi perusahaan terkini dan cukup obyektif untuk dapat dicapai pada tahun 2010. Meskipun demikian, Komisaris mengingatkan Direksi agar tetap waspada atas faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan pencapaian visi tersebut.


Dari kiri ke kanan :
Ir. Supriatna Suhala, MSc, Komisaris
Yap Tjay Soen, MBA, Komisaris Independen
Dr. Hikman Manaf, Komisaris
Ir. Suryo Suryantoro, MSc., Komisaris
Prof. Dr. Ir. Firman M.U. Tamboen, M.Eng, Komisaris Utama

Salah satu dari upaya peningkatan nilai perusahaan adalah melakukan pengembangan usaha. Pada tahun 2003, Antam mengambil keputusan untuk memulai pembangunan proyek FeNi III setelah sekian lama tertunda. Perusahaan berhasil memanfaatkan momentum maraknya pasar obligasi korporat Indonesia dengan menerbitkan obligasi sebesar USD 200 juta melalui anak perusahaan yang berlokasi di Mauritius. Selain itu, perusahaan juga mengambil kredit investasi dari bank lokal sebesar USD 60 juta, selain penggunaan kas internal Antam senilai USD 60 juta untuk mendukung proyek senilai USD 320 juta ini. Meskipun Komisaris percaya bahwa manajemen telah mengambil langkah-langkah kehati-hatian dalam menentukan skim pendanaan maupun skim pembangunan proyek FeNi III, namun Komisaris tetap mengingatkan manajemen maupun karyawan agar mewaspadai segala hal yang dapat mengganggu jalannya proyek. Khusus mengenai hal ini, maka setiap masukan dan concern dari Komisaris hendaknya dapat segera ditanggapi dan ditindak lanjuti, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak menjadi kenyataan.

 


Bagian Dua >>

 


PT ANTAM Tbk
Gedung Aneka Tambang Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 1
Lingkar Selatan, Tanjung Barat Jakarta 12530 - Indonesia
Phone : (62 - 21) 789-1234, (62 - 21) 781-2635, Fax : (62 - 21) 789-1224
email: corsec@antam.com - www.antam.com