Kapal pengangkut bijih nikel di lepas pantai Pomalaa.

Selain berorientasi pada pertumbuhan pendapatan serta peningkatan marjin usaha, manajemen Antam juga menyadari adanya risiko bisnis yang beberapa diantaranya terkait dengan industri pertambangan Indonesia. Usaha pertambangan umumnya memiliki karakteristik pertumbuhan usaha yang lamban serta padat modal. Hal ini menyebabkan manajemen tidak boleh berfokus pada pertumbuhan untuk menghasilkan keuntungan semata, namun juga harus melindungi aset yang dimiliki demi kelangsungan usaha perusahaan. Manajemen risiko merupakan proses yang dinamis dan berkelanjutan, serta merupakan salah satu yang menjadi perhatian manajemen.

Kebijakan manajemen risiko yang baik harus mengetahui risiko yang dihadapi, termasuk risiko strategis, operasional dan finansial. Berikut ini merupakan risiko yang telah diidentifikasi manajemen sebagai risiko yang penting untuk diwaspadai serta wajib untuk dikontrol yang merupakan kumpulan risiko strategis, risiko operasional dan risiko keuangan.

Risiko yang berhubungan dengan Indonesia
Seiring dengan kegiatan operasi serta lokasi aset perusahaan di Indonesia, Antam dapat terkena dampak negatif dari perubahan pemerintah, kebijakan pemerintah, ketidakstabilan kondisi sosial, politik, ekonomi, hukum, perundangan, peraturan atau perkembangan global yang mempengaruhi Indonesia. Beberapa dari risiko ini diantaranya:

  1. Risiko sosial dan politik yang dapat mempengaruhi Antam.
  2. Perubahan pemerintah dan kebijakan pemerintah dapat berdampak langsung bagi usaha Antam.
  3. Kegiatan teroris di Indonesia dapat berdampak negatif bagi Antam.
  4. Konflik suku, agama, dan ras (SARA) dan tuntutan dari pemerintah lokal dapat berdampak negatif bagi Antam.
  5. Keresahan pekerja dapat mempengaruhi konsumen, pemasok dan kontraktor Antam, serta perusahaan Indonesia yang lain, sehingga dapat berdampak negatif bagi Antam.

Risiko yang berhubungan dengan ekonomi

  1. Penurunan peringkat Indonesia dan perusahaan Indonesia dapat berdampak negatif bagi Antam.
  2. Kegagalan pemerintah untuk melakukan reformasi kebijakan keuangan sehingga menyebabkan Indonesia kesulitan memperoleh bantuan dana dari lembaga donor dan institusi keuangan asing dapat berdampak langsung bagi perusahaan Indonesia serta Antam.
  3. Penurunan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia atau pertumbuhan ekonomi negatif di Indonesia dapat berdampak negatif bagi Antam.

Risiko yang berhubungan dengan kegiatan usaha Antam

  1. Operasi Antam bergantung pada kemampuan perusahaan untuk memperoleh, mempertahankan, maupun memperbarui ijin dan persetujuan dari pemerintah.
  2. Tingkat keuntungan perusahaan dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan harga feronikel dan emas.
  3. Pendapatan utama Antam berasal dari penjualan feronikel, bijih nikel, emas, perak, dan mineral lain, dimana harga jual komoditas tersebut tergantung pada harga komoditas dunia atau harga pada saat/mendekati pengiriman produk ke konsumen.

Harga komoditas untuk feronikel dan emas di dunia secara historis berfluktuasi mengikuti beberapa faktor yang berada di luar kontrol Antam:

  1. Kondisi ekonomi Amerika Serikat serta negara-negara maju dan negara berkembang lainnya.
  2. Pasokan komoditas dari produsen serta tingkat persediaan.
  3. Penjualan dari produsen komoditas.
  4. Tingkat permintaan dari industri yang membutuhkan feronikel dan emas; serta
  5. Spekulasi.

Penurunan harga komoditas feronikel dan emas yang bersifat material dapat berdampak negatif bagi kinerja operasi dan keuangan perusahaan.

  1. Pergerakan nilai tukar mata uang maupun tingkat suku bunga dapat berdampak negatif bagi perusahaan.
  2. Produksi dan operasi pertambangan dapat terkena dampak negatif dari risiko yang berada di luar kontrol Antam.
  3. Selain dari risiko yang umum dihadapi oleh perusahaan tambang lainnya, Antam juga memiliki risiko tambahan karena wilayah kegiatan operasi seringkali berada di lokasi yang sulit dan jauh dari peradaban.
  4. Jumlah cadangan dan sumber daya mineral yang dimiliki perusahaan hanya merupakan estimasi semata, sehingga produksi riil, pendapatan dan pengeluaran yang terkait dengan jumlah cadangan dan sumber daya mineral tersebut dapat berlainan dari estimasi yang telah dibuat sebelumnya.
  5. Interpretasi dan implementasi perundangan di tingkat daerah dapat berbeda sehingga dapat berdampak negatif bagi perusahaan.
  6. Kegiatan operasi Antam berdampak pada kelestarian lingkungan, sehingga adanya perubahan pada peraturan perundangan mengenai lingkungan ataupun impelementasinya, dapat meningkatkan beban biaya perusahaan.
  7. Penyelesaian konstruksi pabrik FeNi III tepat waktu maupun pengoperasian pabrik secara menguntungkan merupakan tantangan yang menarik. Proyek FeNi III yang bernilai USD 320 juta diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu 28 bulan. Operasi komersial pabrik diharapkan dimulai tahun 2006. Penyelesaian kontruksi pabrik tergantung pada beberapa faktor yang tidak sepenuhnya berada di bawah kendali Antam. Faktor-faktor ini diantaranya suplai material dari pemasok, kinerja kontraktor dan subkontraktor pabrik, kelayakan desain dan teknologi yang digunakan, kelambatan pengerjaan pabrik, adanya cost-overruns, serta perubahan spesifikasi.
  8. Kegiatan operasi Antam serta investasi baru membutuhkan belanja modal yang signifikan bagi perusahaan.
  9. Kepentingan pemilik saham Antam dapat saja berbeda dari keinginan manajemen perusahaan.
 
     


PT ANTAM Tbk
Gedung Aneka Tambang Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 1
Lingkar Selatan, Tanjung Barat Jakarta 12530 - Indonesia
Phone : (62 - 21) 789-1234, (62 - 21) 781-2635, Fax : (62 - 21) 789-1224
email: corsec@antam.com - www.antam.com