Logam nikel memiliki sifat kuat, dapat ditempa, serta tahan terhadap karat dan tingkat oksidasi yang tinggi. Pada umumnya logam nikel digunakan pada produk logam campuran, sehingga mendaya gunakan karakteristik logam nikel yang kuat, tahan ditempa, anti karat, serta tahan terhadap temperatur rendah maupun tinggi. Sekitar dua pertiga konsumsi logam nikel di dunia barat berasal dari produsen baja nirkarat. Sisanya digunakan untuk baja campuran rendah, campuran berbasis logam nikel, campuran berbasis tembaga, electroplating dan berbagai macam produk lain serti baterai dan katalis.

Outlook
Pada kurun waktu 2003 sampai 2005, menurut Brook Hunt & Associates Ltd., konsumsi logam nikel rata-rata oleh produsen baja nirkarat akan tumbuh sekitar 3,6% per tahun. Pertumbuhan rata-rata ini lebih rendah dari pertumbuhan ratarata konsumsi logam nikel oleh produsen baja nirkarat austenitic yang mencapai 6,4% per tahun pada kurun waktu yang sama. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kandungan logam nikel, selain dari adanya peningkatan penggunaan stainless steel scrap. Pada kurun waktu yang sama, pertumbuhan konsumsi scrap diperkirakan tumbuh rata-rata 7% per tahun, baik scrap yang berasal dari internal maupun yang berasal dari luar.

Jangka panjang, konsumsi logam nikel primer rata-rata dunia barat diprediksikan akan tumbuh sekitar 3,4% per tahun antara tahun 2003 sampai dengan 2014. Pertumbuhan rata-rata ini masih di bawah pertumbuhan rata-rata historis sebesar 4% per tahun. Penurunan laju pertumbuhan ini menunjukkan adanya pergesaran permintaan logam nikel primer dari dunia barat ke Cina. Pada tahun 2014 permintaan logam nikel primer Cina diperkirakan mencapai 221.000 tonnes, dibandingkan dengan 97.000 tonnes pada tahun 2003. Sementara pertumbuhan permintaan logam nikel primer rata-rata dunia diperkirakan mencapai 3,8% per tahun antara tahun 2003 dan 2014.

 

Antara tahun 2003 dan 2014, permintaan baja nirkarat di dunia barat dan Cina diperkirakan akan tumbuh rata-rata kurang dari 6% per tahun. Analisa ini cukup sesuai dengan data pertumbuhan rata-rata permintaan baja nirkarat sebesar 5,6% per tahun antara 1988 dan 2000. Pada kurun waktu yang sama, permintaan rata-rata baja nirkarat di dunia barat diperkirakan tumbuh 3,5% per tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata historis pertumbuhan sebesar 5% per tahun. Selain menunjukkan mulai stabilnya pertumbuhan permintaan di dunia barat, hal ini menunjukkan adanya pergeseran permintaan baja nirkarat ke Cina. Permintaan baja nirkarat rata-rata oleh Cina diprediksikan tumbuh 12% per tahun pada tahun 2003-2014, turun dari pertumbuhan ratarata sebesar 17% per tahun antara tahun 1988 sampai dengan 2000.

Pada kurun waktu 2003-2014, produksi baja nirkarat dari dunia barat diprediksikan rata-rata akan tumbuh kurang dari 5% per tahun. Pertumbuhan rata-rata produksi yang lebih besar dibandingkan dengan permintaan menunjukkan adanya ekspor baja nirkarat dalam jumlah besar oleh produsen dunia barat ke Cina. Antara tahun 2003 dan 2014, ekspor ke Cina diperkirakan akan tumbuh sekitar 10% per tahun.

Penggunaan logam nikel primer dalam baja nirkarat di dunia barat diperkirakan akan tumbuh sekitar 4% per tahun, atau lebih kecil dari prediksi pertumbuhan produksi baja nirkarat. Hal ini disebabkan meningkatnya penggunaan logam nikel sekunder. Konsumsi nickel scrap diperkirakan tumbuh dari 592.000 tonnes tahun 2003 menjadi 1.013.000 tonnes di tahun 2014. Pada kurun waktu yang sama, scrap ratio diperkirakan mencapai 46,2%, naik dibandingkan kurang dari 46% sepanjang tahun 1990-an.

 


PT ANTAM Tbk
Gedung Aneka Tambang Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 1
Lingkar Selatan, Tanjung Barat Jakarta 12530 - Indonesia
Phone : (62 - 21) 789-1234, (62 - 21) 781-2635, Fax : (62 - 21) 789-1224
email: corsec@antam.com - www.antam.com