Bagaimana Pendapatan Antam Diperoleh

Antam merupakan perusahaan dengan lini usaha yang solid dan kuat. Perolehan pendapatan perusahaan bermula dari kegiatan eksplorasi guna menemukan cadangan mineral, mengolah dan memproses mineral tersebut secara ekonomis dan tepat untuk kemudian dijual melalui kontrak penjualan jangka panjang kepada konsumen yang berada di Eropa dan Asia. Kegiatan yang dimulai pada tahun 1968 ini telah menghasilkan laba yang signifikan bagi perusahaan dan diharapkan akan terus berlanjut pada masa depan.

Indikator utama kondisi finansial Antam adalah jumlah kas yang dimiliki perusahaan. Selama tahun 2004, menyusul tingginya harga komoditas, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi melonjak 60% menjadi Rp768 miliar atau setara dengan US$86 juta. Meskipun pada tahun yang sama belanja modal perusahaan mencapai Rp1,33 triliun atau US$148 juta, nilai kas dan setara kas Antam meningkat menjadi Rp2 triliun atau US$215 juta.

Sumber pendapatan utama Antam berasal dari komoditas bijih nikel, feronikel dan emas, yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 42%, 34%, dan 18% terhadap pendapatan perusahaan. Segmen nikel menghasilkan laba usaha sebesar Rp1,12 triliun dengan marjin usaha sebesar 52%, sementara segmen emas menghasilkan laba usaha sebesar Rp161 miliar dengan marjin usaha senilai 31%. Strategi utama Antam dalam memperoleh pendapatan adalah melalui penandatanganan kontrak penjualan jangka panjang dengan basis harga spot pasar, mempertahankan pertumbuhan, serta meningkatkan efisiensi perusahaan.

Target Produksi Komoditas Inti
  2005 2006 2007
Feronikel (t.Ni) 7,400* 22,000 26,600
Bijih Nikel (million wmt) 4.4 4.1 3.6
Emas (kg) 4,139 4,142 4,098
(t.oz) 133,069 133,487 131,751
* Termasuk 600 ton dari toll smelting

Kekuatan pendukung yang dimiliki Antam dalam memperoleh pendapatan adalah:

  • jumlah cadangan dan sumber daya yang besar,
  • biaya operasi yang rendah (biaya operasi feronikel saat ini cenderung meningkat namun Antam mengharapkan adanya penurunan biaya setelah beroperasinya pabrik FeNi III),
  • pengalaman dalam kegiatan operasi pertambangan,
  • hubungan jangka panjang dengan konsumen kunci,
  • manajemen keuangan yang berhati-hati, dan
  • aliansi strategis yang prospektif.

Sebelum Berikut