|
|

Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengembangan Masyarakat

Sebagai perusahaan pertambangan, kegiatan operasi Antam memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Perusahaan menyadari bahwa aspek lingkungan hidup dan khususnya pengembangan masyarakat tidak sekedar tanggung jawab sosial tetapi merupakan bagian dari risiko perusahaan yang harus dikelola dengan baik. Karakteristik industri pertambangan di Indonesia sebagai industri pembuka daerah tertinggal dan terisolir juga menjadikan peran perusahaan tambang untuk berperan aktif dalam pengembangan masyarakat sekitar dan beroperasi sebagai good corporate citizen sangat penting. Hal ini akan berperan penting dalam menurunkan risiko adanya gangguan terhadap operasi perusahaan. Sementara itu, risiko kegagalan penanganan lingkungan akibat kecelakaan atau mismanajemen dapat menyebabkan kerugian serta memerlukan biaya yang tinggi dalam mitigasinya.
Bilamana harapan masyarakat untuk ikut tumbuh dan berkembang bersama perusahaan tidak diperhatikan, dapat menimbulkan resiko bagi kelangsungan operasi perusahaan. Sebagai contoh, pada tahun 2003, puluhan anggota masyarakat di Kampung Pasir Gintung, Bogor, yang berlokasi 16 kilometer dari tambang emas Pongkor berdemonstrasi secara damai untuk meminta Antam lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar serta kesempatan kerja yang lebih banyak kepada warga setempat. Menyusul kejadian ini, Antam langsung mengadakan pertemuan dengan anggota masyarakat tersebut dan menyepakati untuk lebih melibatkan masyarakat sekitar dalam programprogram pengembangan masyarakat. Bersama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, Antam juga membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Nanggung Antam (FKMNA) untuk dapat lebih menyerap aspirasi masyarakat sekitar tambang emas Pongkor.
Beranjak dari konsepsi ini maka perhatian yang mendalam terhadap upaya pelestarian lingkungan serta partisipasi secara proaktif dalam pengembangan masyarakat merupakan salah satu kunci kesuksesan kegiatan pertambangan.
|
|