
|
Kemitraan Swasta Publik Adalah Kunci Untuk Melindungi Keanekaragaman Hayati Di Indonesia
Home
Rilis, Laporan dan Presentasi Rilis Media |
|
Antam, SMG & TNGHS Melanjutkan Program Pengembangan Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Jakarta, 26 Juli 2012 - PT ANTAM (Persero) Tbk (Antam; ASX - ATM; IDX - ANTM) bekerja dengan Sustainable Management Group (SMG) dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) untuk mengembangkan Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati yang akan melindungi habitat yang terancam punah. Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis, mengatakan: "Kami berkomitmen untuk melestarikan flora dan fauna Indonesia, terutama yang berada di sekitar daerah operasi kami. Keberadaan kami di Pongkor memberikan kesempatan bagi kami untuk berkontribusi lebih jauh bagi program pelestarian alam. Hal ini merupakan bagian dari misi kami untuk meminimalkan dampak operasi pertambangan bagi habitat lokal dan keanekaragaman hayati melalui pengelolaan lingkungan yang tepat dan penerapan good mining practice." Antam dan SMG bekerja sama dengan manajemen TNGHS untuk mengembangkan Masterplan Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati untuk seluruh wilayah TNGHS. Di minggu ini SMG baru saja menyelesaikan survei udara, tanah dan sungai untuk menentukan lokasi demplot dan perkembangan ekoturisme dalam taman nasional di masa depan. David Makes, Chairman of SMG, mengatakan: "Hal ini penting untuk memahami dorongan nyata terhadap pengrusakan habitat, serta untuk mendengarkan dengan cermat kebutuhan masyarakat setempat. Jika kita dapat membangun mata pencaharian dan kesempatan alternatif, maka perambahan ke dalam taman akan berhenti. SMG telah menunjukkan bahwa hal ini dapat dilakukan di Taman Nasional Bali Barat, di mana rusa sekarang berkembang, aman dari pemburu. Di Gunung Halimun Salak, kami memiliki beberapa spesies endemik terancam, termasuk Garuda Indonesia (Javan Eagle Hawk) itulah sebabnya kami mendirikan Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati." Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pertama di Indonesia Dalam dua tahun terakhir, Antam dan SMG telah memulai serangkaian inisiatif untuk membangun ketahanan bioregion ini, seperti pembentukan Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati pertama di Indonesia (www.pkkh-tngh.or.id). SMG berkomitmen untuk memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masalah lingkungan, dengan melibatkan ahli terbaik, baik di Indonesia maupun internasional, untuk membangun Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati di Pongkor, yang terletak di dalam TNGHS. Untuk mengembangkan Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Antam dan SMG bekerja sama dengan Departemen Kehutanan. Pada tanggal 27 Desember 2010 Menteri Kehutanan telah meresmikan Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati di TNGHS. Kolaborasi ini juga telah melibatkan universitas-universitas terkemuka di Indonesia, dan memulai program yang akan melibatkan masyarakat lokal dalam perlindungan terhadap hutan; sehingga dapat menciptakan mata pencaharian alternatif. Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan implementasi nyata kemitraan dengan publik swasta (Public Private Partnerships). Sejauh ini kolaborasi Antam dan SMG telah mencapai hal-hal sebagai berikut:
Mengelola Kawasan Konservasi secara Berkelanjutan Proyek ini bersifat berkelanjutan karena memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan mata pencaharian lokal. Berdasarkan Masterplan, Antam dan SMG akan memberikan pelatihan dalam pengelolaan hutan, membantu membangun usaha mikro dan mengembangkan proyek-proyek ekowisata. Kolaborasi di TNGHS akan mengembalikan lahan rusak sehingga dapat dimanfaatkan sebagai habitat bagi spesies terancam, serta menciptakan lapangan pekerjaan dalam bidang agroforestri dan ekowisata. Antam dan SMG percaya bahwa ekowisata dan pengelolaan lingkungan dapat berperan dalam melestarikan warisan alam Indonesia, dan pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. SMG telah mengembangkan proyek-proyek yang membuktikan bahwa ekowisata dapat menghasilkan peluang bisnis yang menguntungkan sekaligus melindungi dan mengembalikan habitat yang terancam. Manajemen SMG dari Taman Nasional Bali Barat telah melihat penurunan perburuan dan perburuan liar dan telah menciptakan pekerjaan baru dan pendapatan bagi masyarakat sekitar. Sekilas PT ANTAM (Persero) Tbk Antam adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek di Indonesia dan Australia. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang usaha pertambangan berbagai jenis mineral serta melakukan bisnis, industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa lainnya yang terkait dengan aktivitas penambangan. Antam memiliki lima unit bisnis utama, termasuk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara, Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara, Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, Unit Bisnis Pengolahan & Pemurnian Logam Mulia dan Unit Geomin. Sekilas Sustainable Management Group Sustainable Management Group didirikan oleh sekelompok profesional kehutanan Indonesia yang memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman dalam merancang proyek-proyek berbasis masyarakat untuk mempromosikan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya alam. SMG bekerja sama dengan instansi pemerintah, pemilik tanah, perusahaan pertambangan, ilmuwan, universitas dan masyarakat. Usaha yang dilakukan saat ini:
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
PT ANTAM (Persero) Tbk
The Sustainable Management Group |
|
|
|
|||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||
| Harga Logam Mulia |
|---|
PT Antam (Persero) Tbk |
| Harga Logam Dasar |
|---|
PT Antam (Persero) Tbk |