PT ANTAM (Persero) Tbk

Profitabilitas ANTAM Melonjak Signifikan Dengan Laba Bersih Auditan Tahun 2016 Rp65 Miliar Dibandingkan Rugi Bersih Rp1,44 Triliun Pada Tahun 2015
Home arrow Rilis, Laporan dan Presentasi arrow Rilis Media

Jakarta, 1 Maret 2017 - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM; IDX – ANTM; ASX - ATM) mengumumkan laba bersih auditan Perseroan sebesar Rp65 miliar untuk tahun 2016. Capaian kinerja profitabilitas ANTAM naik tajam dibandingkan rugi bersih Rp1,44 triliun pada tahun 2015. Kinerja profitabilitas yang solid ini juga terefleksikan dari capaian laba usaha ANTAM yang mencapai Rp8,2 miliar, naik tajam dibandingkan rugi usaha di tahun 2015 yang mencapai Rp701 miliar. Posisi keuangan ANTAM pada tahun 2016 juga tercatat sangat kuat dan solid dengan nilai kas dan setara kas sebesar Rp7,62 triliun. Peningkatan profitabilitas juga didukung tingkat efisiensi yang tercatat sebesar Rp48,7 miliar atau 134% dari target efisiensi sebesar Rp36,4 miliar.

Direktur Utama ANTAM Tedy Badrujaman mengatakan,
" Dengan optimalnya operasi pabrik-pabrik feronikel ANTAM, volume produksi dan penjualan feronikel pada tahun 2016 tercatat tertinggi sepanjang sejarah Perseroan sehingga mampu mendukung pemenuhan permintaan konsumen yang tinggi. Kinerja operasional komoditas lain seperti bijih nikel dan emas juga on track sehingga mendukung pencapaian profitabilitas di tahun 2016. Dengan estimasi peningkatan produksi dan penjualan di tahun 2017, outlook harga komoditas yang positif serta selesainya proyek-proyek hilirisasi dalam 1-2 tahun kedepan, ANTAM memiliki masa depan yang solid untuk memberikan imbal hasil yang baik kepada pemangku kepentingan. "

Di tahun 2017, ANTAM menargetkan peningkatan produksi dan penjualan komoditas utama feronikel dan emas. Untuk feronikel, ANTAM menargetkan volume produksi di tahun 2017 sebesar 24.100 ton nikel dalam feronikel (TNi), lebih tinggi 19% dibandingkan dengan produksi tahun 2016 sebesar 20.293 TNi. Untuk komoditas emas, ANTAM menargetkan produksi mencapai 2.270 kg dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung, lebih tinggi dibandingkan produksi emas tahun 2016 sebesar 2.209 kg.

Di tahun 2017 ANTAM akan terus berfokus pada konstruksi proyek-proyek hilirisasi guna bertumbuh. Konstruksi pabrik Feronikel Haltim yang telah dimulai pembangunannya masih berjalan on track. ANTAM juga tengah melakukan finalisasi dalam hal mempersiapkan proyek-proyek hilirisasi lanjutan guna memanfaatkan cadangan bijih nikel dan bauksit yang dimiliki. ANTAM tengah mempersiapkan proyek-proyek pembangunan pabrik feronikel Line 2 & 3 dan terus melakukan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi baik dengan skema pendanaan internal ataupun bekerjasama dengan mitra strategis. Dalam hal komoditas bauksit, saat ini ANTAM terus berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) bekerjasama dengan PT INALUM (Persero).

Di tahun 2016, ANTAM mendapatkan predikat khusus “IDX Best Blue 2016” dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atas pertumbuhan kinerja terbaik pada periode satu tahun terakhir. Predikat IDX Best Blue 2016 mengutip istilah Blue Chip yang dikenal sebagai kumpulan saham yang paling likuid ditransaksikan oleh investor. Kriteria yang digunakan BEI dalam penilaian predikat IDX Best Blue yaitu saham tercatat di BEI satu tahun terakhir, jumlah investor yang memiliki saham, tingkat transaksi perdagangan saham, memiliki pertumbuhan harga saham yang signifikan serta memiliki fundamental yang sehat.

Saham ANTAM juga masih menjadi bagian dari Indeks LQ-45 yang merupakan indikator kelompok saham yang memiliki tingkat likuiditas tertinggi di bursa serta kapitalisasi pasar.

Di tahun 2016 ANTAM juga memperoleh “Penghargaan Primaniyarta 2016” untuk Kategori Eksportir Berkinerja tahun 2016. Penghargaan Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan kepada para pelaku usaha nasional berorientasi ekspor yang dinilai berprestasi dalam meningkatkan ekspor non migas. Di tahun 2016, pangsa pasar ekspor ANTAM berkontribusi 59% dari total penjualan. ANTAM memiliki basis pelanggan yang terdiversifikasi dan memiliki relasi jangka panjang dengan konsumen yang terpercaya. Dengan rekam jejak operasi yang kuat, salah satu kekuatan ANTAM adalah basis pelanggan yang merupakan perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia. Secara historis, ANTAM juga memiliki basis pembeli feronikel di Eropa, khususnya negara produsen otomotif. Untuk feronikel, ANTAM juga memperoleh banyak permintaan, termasuk dari luar Tiongkok. Untuk emas, ANTAM terus memperluas pasar domestik dan menjajaki pasar ekspor baru sehingga diversifikasi pasar ANTAM terus bertambah.

Di tahun 2016 ANTAM juga melakukan inovasi di bidang pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan limbah menjadi bahan baku material konstruksi yang disebut Green Fine Aggregate (GFA). GFA adalah material sisa proses pemisahan mineral emas dan perak dari bijih (ore) di tambang emas Pongkor. GFA dimanfaatkan sebagai komponen penyusun beton menggunakan metode solidifikasi dan geopolimerisasi untuk komponen bahan bangunan diantaranya adalah batako, paving block, con block, kanstein, bata ringan, bata press, panel/tiang beton, rigid pavement untuk jalan, u-ditch, v-ditch, ubin beton, genteng, serta ornamen beton dan median jalan. Di sisi lain pemanfaatan GFA ini juga bermanfaat mengurangi beban lingkungan sekaligus menjaga kebelanjutan daerah operasional sejalan dengan rencana pascatambang Pongkor.

Cetak
 
Mengapa Berinvestasi di Antam Highlights Keuangan Tahunan Cadangan & Sumber Daya Kinerja Keberlanjutan
Harga Saham
Detail
Valuta Asing
Kurs Jual Beli
Harga Logam Mulia

PT ANTAM (Persero) Tbk

Harga Logam Dasar

PT ANTAM (Persero) Tbk